18 October 2016
Teknik Elektro UPH Mengadakan Kuliah Tamu MEMS dengan Serat Alami untuk Aplikasi Biomedika yang Difungsionalisasi dengan Partikel Nano
Guest Lecture: Dr.Dedy Wicaksono, 22 September 2016
Dapatkah kain digunakan lebih dari sekedar pakaian dan fashion? Dapatkah kita memiliki sensor atau transduser yang terbuat dari sesuatu yang alami dan berkelanjutan, tetapi diproduksi dengan teknologi sederhana?
   
                                                      Mahasiswa dan Staf dari Prodi Teknik Elektro dan Biologi UPH Menghadiri Kuliah Tamu 

Dapatkah kain digunakan lebih dari sekedar pakaian dan fashion? Dapatkah kita memiliki sensor atau transduser yang terbuat dari sesuatu yang alami dan berkelanjutan, tetapi diproduksi dengan teknologi sederhana? Pertanyaan-pertanyaan ini dijawab oleh Dr. Dedy Wicaksono, dosen senior dari Universitas Teknologi Malaysia (UTM) dalam kuliah tamu yang diadakan oleh Program Studi Teknik Elektro pada 22 September 2016. Kuliah tamu kali ini merupakan bagian dari rangkaian program kuliah tamu dan terintegrasi dengan seminar mingguan Prodi Teknik Elektro UPH.

Kelompok riset yang dipimpin Dr. Wicaksono dari UTM dikenal sebagai perintis dalam mikrofluida dan MEMS (Micro-Electro-Mechanical System) berbahan dasar katun. Selain banyaknya hasil riset tentang sensor biokimia berbasis katun, pada kesempatan ini, Dr. Wicaksono juga memaparkan hasil kerja grup risetnya dalam bidang transduser MEMS berbasis katun. Serat-serat dalam katun menyediakan struktur kapiler untuk dirembesi larutan yang mengandung nano-partikel, sementara lilin yang secara tradisional digunakan dalam proses produksi batik digunakan dalam produksi MEMS ini sebagai  tameng (mask) yang menghalangi cairan keluar dari pola. Dengan menggunakan teknik wax patterning and soaking, pipetting, dan stamping, timnya membuat resistor yang fleksibel (mengingat materialnya terbuat dari kain katun atau cotton-based) dari silver-nano-particle. Resistor tersebut sensitif terhadap keregangan (strain-sensitive), sehingga cocok untuk digunakan sebagai sensor MEMS

Dr. Dedy Wicaksono Dr. Wicaksono juga menunjukkan beberapa aplikasi dari alat yang dibuat, antara lain untuk inklinometer, sensor klik pada human-computer interface glove (sarung tangan pengganti mouse pada komputer), dan sensor untuk pengukuran sudut kemiringan panggul tubuh manusia. Namun, Dr. Wicaksono juga  mengakui bahwa temuannya masih memiliki beberapa kekurangan di antaranya dalam repeatability dan stability, yang memberi ruang untuk pengembangan di masa depan.

Kuliah tamu ini dihadiri oleh kurang lebih 70 mahasiswa dan staff dari Prodi Teknik Elektro dan Prodi Bioteknologi UPH. Diskusi hangat yang melengkapi kuliah tamu ini juga membuahkan banyak ide dan pertanyaan menarik baik dari mahasiswa maupun para staf.

Seluruh Peserta Kuliah Tamu Mendengarkan Pemaparan dari Dr. Dedy dengan Antusias