03 July 2017
Mahasiswa Teknik Elektro Mendapatkan Beasiswa Uni Eropa
Dari Indonesia, yang terpilih adalah Ivan Kusumo, mahasiswa Teknik Elektro UPH Angkatan 2014 yang saat ini masih di tahun ke-3 kuliahnya. Menurut rencana, Ivan akan berangkat ke University of Oradea, Romania pada Des 2017 - Mei 2018 dan melakukan peneliti

Ivan Kusumo, mahasiswa angkatan 2014 dari Teknik Elektro UPH sedang mengerjakan penelitian Tugas Akhirnya mengenai Robot Penyeimbang Beroda Dua

 

Ivan Kusumo, mahasiswa Teknik Elektro UPH Angkatan 2014 yang saat ini masih di tahun ke-3 kuliahnya mendapatkan beasiswa Uni Eropa untuk  berangkat ke University of Oradea, Romania pada Desember 2017 - Mei 2018 untuk  melakukan penelitian dalam bidang robotik. Penelitian ini rencananya  akan menjadi ekstensi dari tugas akhir yang sudah mulai dikerjakan Ivan di Teknik Elektro UPH mengenai robot penyeimbang beroda dua. Beasiswa yang diterima akan meliputi biaya hidup bulanan, asuransi kesehatan, dan tiket kelas ekonomi pulang pergi.

Beasiswa yang diraih Ivan merupakan salah satu kesempatan yang diperoleh atas adanya keterlibatan Teknik Elektro UPH dalam proyek Erasmus Mundus Leaders (Leading Mobility between Europe and Asia in Developing Engineering Education and Research). Program Studi Teknik Elektro UPH tergabung sebagai partner dalam konsorsium 22 universitas yang terdiri dari 7 negara  Eropa dan sisanya negara-negara Asia, yang memperoleh hibah Erasmus Mundus Leadersatau Erasmus+ Leaders dari Uni Eropa senilai 2,7 juta EUR. Hibah ini digunakan untuk mobilitas mahasiswa dan peneliti antara kedua benua tersebut, dalam bentuk beasiswa pertukaran pelajar S1, S2, S3, Post-doc, dan pertukaran dosen/staff.

 

Kick-off meeting dari proyek Erasmus Mundus Leaders di Bangkok, 2014

 

Menurut Dr. Henri P. Uranus, dosen Teknik Elektro UPH yang menjadi Indonesia contact person dalam proyek tersebut, sekalipun menjadi partner, tidak berarti beasiswa EM LEADERS bisa dengan mudah diraih.

“Untuk memperoleh beasiswa ini sangat kompetitif. Setiap tahunnya beasiswa tersebut membuka masa pendaftaran secara online. Setiap kandidat harus menyertakan transkrip akademik, surat motivasi, surat dukungan dari professor universitas tujuan, dan rencana kegiatan, yang akan dinilai oleh komite dari 22 universitas yang tergabung di dalamnya. Seleksinya sangat ketat,” jelas Henri.

Namun sebagai partner, UPH tentunya memperoleh privilege dengan masuk ke dalam kategori TG 1 (Target Group 1), sementara universitas lain di Indonesia akan masuk di TG2 dan TG3. Dalam target group tersebutlah peserta akan bersaing untuk memperebut tempat terbatas dengan aplikan-aplikan dari negara lain seperti Srilanka, India, Malaysia, Maldives, Philipina, Thailand, Cina, dan Korea Utara dalam memperebutkan beasiswa yang akan dibiayai.


Untuk cohort ke-3 kali ini, yang merupakan cohort terakhir dari program hibah 4 tahun tersebut, dan terdapat 82 peserta yang memenuhi syarat untuk memperebutkan 22 mobilitas, (6 under graduate student exchange, 6 MSc student exchange, 2 PhD Asia to EU student exchange, 2 PhD EU to Asia student exchange, 2 Post-Doc EU to Asia and 4 Staff exchange) yang akan dibiayai.  

Selain Ivan, sebelumnya, Endrowednes Kuantama, M.Eng., dosen Teknik Elektro UPH juga mendapatkan beasiswa studi lanjut S3 di University of Oradea, Romania dalam topik robot terbang untuk pemetaan polusi sejak cohort pertama yang saat ini masih berlangsung, dan Dr. Henri P. Uranus, dosen Teknik Elektro UPH memperoleh beasiswa pertukaran dosen ke group riset Photonics dari City, University of London selama 3 bulan di musim semi 2016 untuk mengadakan riset mengenai terahertz waveguides dengan metode elemen hingga.

 

Endrowednes Kuantama, dosen Teknik Elektro UPH yang sedang melakukan penelitian mengenai robotok untuk program S3 di University of Oradea, Romania.

 

Manfaat lain yang diperoleh Teknik Elektro UPH sebagai partner Erasmus Mundus Leaders, adalah kesempatan menjadi tujuan dalam program pertukaran dosen dan penelitian dari universitas-universitas Eropa yang tergabung dalam program EM Leaders. Seperti halnya  Dr. Ian Grout, dosen dari Teknik Elektro University of Limerick, Irlandia, yang  memanfaatkan beasiswa EM Leaders untuk mengunjungi Teknik Elektro UPH selama 2 bulan di tahun 2016 dan mengisi workshop mengenai FPGA dan Arduino for Signal Processing. (HU)

 

Dr. Ian Grout dari University of Limerick, Irlandia sedang menjelaskan mengenai FPGA ke mahasiswa Teknik Elektro UPH.

 

Berita ini disiarkan juga oleh beberapa media nasional: