06 August 2018
Pengalaman Dr. Endrowednes Kuantama, Dosen Teknik Elektro UPH Menyelesaikan Doktor Bidang Robotik di Romania
Pengalaman dari Dr.-Eng. Endrowednes Kuantama yang menyelesaikan studi doktoralnya dengan menghasilkan 3 paper jurnal internasional bereputasi, 2 paper yang sedang menunggu hasil review di jurnal internasional, dan 6 paper konferensi internasional.

Catatan:

Teknik Elektro UPH terlibat sebagai anggota konsorsium 22 Universitas dari Asia dan Eropa yang mendapatkan hibah Erasmus Mundus Action 2 bernilai 2.7 juta Euro dari Uni Eropa sejak 2014 dengan nama proyek Erasmus Mundus Leaders. Salah satu dosen Teknik Elektro UPH berhasil mendapatkan beasiswa kompetitif dari Erasmus Mundus Leaders untuk studi S3 di University of Oradea, Romania dan baru saja menyelesaikan studinya tepat waktu. Berikut adalah pengalaman dari Dr.-Eng. Endrowednes Kuantama yang menyelesaikan studi doktoralnya dengan menghasilkan 3 paper jurnal internasional bereputasi, 2 paper yang sedang menunggu hasil review di jurnal internasional, dan 6 paper konferensi internasional.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Saya sangat bersyukur atas beasiswa untuk studi doktoral yang diberikan oleh Erasmus Mundus LEADERS selama 3 tahun (Juli 2015 – Juni 2018) untuk studi bidang Robotics di University of Oradea, Romania. Selain saya, ada seorang penerima beasiswa Erasmus Mundus dari India untuk periode dan program yang sama. Kami belajar bersama beberapa mahasiswa Ph.D. dari Romania. Saya bersyukur teman-teman saling mendukung dalam menyelesaikan tugas-tugas yang ada dan membantu beradaptasi dengan cuaca, sistem transportasi, makanan, dan budaya lokal di Romania. Selain itu juga berkesempatan untuk berkenalan dengan beberapa mahasiswa internasional dari jurusan dan program yang berbeda, seperti Perancis, Turki, Pakistan, Malaysia, dan Bangladesh.

 

 

 

Romania terkenal dengan legenda vampir dan kastil-kastil yang indah, antara lain Kastil Corvin di Hunedoara, Kastil Bran di Brasov, dan Kastil Peles di Sinaia. Romania memiliki 4 musim, dan kontras suhu di puncak musim panas dan musim dingin dapat mencapai lebih dari -10 derajat Celsius. Dalam hal sistem transportasi, Romania menggunakan sisi kanan di mobil untuk menyetir dan jalur kanan untuk kendaraan. Selain bersepeda dan berjalan kaki, transportasi umum seperti tram atau bus lebih dominan dibanding mobil pribadi. Hal ini menyebabkan udara kota terbilang bersih dan tidak ada kemacetan. Variasi makanan yang umum ditemui adalah fast food dan makanan tradisional Romania-Turki seperti gyros, kebab, placinta, dan shaorma. Salah satu budaya lokal yang saya sering temui adalah kebiasaan berjabat tangan atau berpelukan (biasanya untuk wanita) saat bertemu orang lain atau pada saat berpisah.

 

Salah satu festival yang paling seru menurut saya adalah festival Roman Apulum yang diadakan setahun sekali dimana ratusan pemain merekonstruksi elemen kehidupan sipil dan militer, ritual, dan adat-istiadat zaman Romawi dan Dasia dengan memakai baju zirah dan kostum-kostum tradisitional Romania yang menarik. Para pengunjung dapat melihat peralatan perang zaman kuno, latihan militer Romawi, perkelahian antar gladiator, gaya hidup dan kerajinan tangan dari Roma dan Dasia. Secara umum, anak-anak muda di Romania bisa berbicara Bahasa Inggris namun orang-orang tua tidak bisa, sehingga di tahun pertama saya kesulitan berbelanja di toko-toko kecil dan memesan makanan. Pengurusan dokumen yang dibutuhkan selama studi juga tidak mudah karena banyak aturan yang tertulis hanya dalam bahasa Romania sehingga saya perlu bantuan penerjemah.

 

Proses pengajaran dan penelitian menggunakan Bahasa Inggris dan sedikit bahasa Romania. Mahasiswa internasional tidak diwajibkan untuk mempelajari Bahasa Romania untuk dapat mengikuti kelas. Pada pertemuan-pertemuan awal, saya dan Professor Tarca mendiskusikan topik thesis dan garis besar hal-hal yang harus dilakukan untuk menuntaskan studi saya tepat waktu. Beliau merencanakan fokus penelitian untuk setiap tahun, diantaranya state of the art mengenai teknologi sniffer quadcopter untuk tahun pertama, desain mekanis dan perkembangan sistem kontrol dari sniffer quadcopter untuk tahun kedua, dan prototyping dan sistem kontrol navigasi untuk sniffer quadcopter untuk tahun ketiga. Dengan mengetahui target-target yang harus dicapai, saya bisa mengatur jadwal dan prioritas penelitian dengan baik.

 

Pada beberapa bulan awal saya ditugaskan profesor untuk magang di perusahaan selama 2 bulan untuk memperluas pengetahuan mengenai drone. Pada semester pertama, ada lima mata kuliah dengan total 30 kredit yang saya ambil, yaitu Research Methodology, CAD for Mechatronics, Advanced Mechatronics, Material and Machine Parts for Mechatronics, dan Finite Element Analysis. Seluruh mata kuliah tersebut berguna untuk menunjang penelitian yang dilakukan dan makalah ilmiah yang dikerjakan. Di samping mata kuliah, kredit juga didapatkan dari makalah ilmiah yang diterbitkan, konferensi yang dihadiri, dan presentasi mengenai perkembangan penelitian pada setiap akhir tahun ajaran.

 

Tidak setiap hari saya mengurung diri di lab atau kelas. Di luar penelitian, ada beberapa uji coba lapangan yang saya lakukan untuk mengumpulkan data dengan dibantu teman-teman Romania. Dalam hal penelitian, biasanya saya mengerjakan sendiri atas target yang diberikan profesor dan kemudian hasilnya kami diskusikan bersama. Seluruh hasil penelitian harus dituangkan dalam makalah ilmiah dan diterbitkan dalam jurnal internasional. Pada bulan Mei 2016 dan Mei 2017 saya diberi kepercayaan untuk menjadi salah satu pembicara dalam plenary session pada konferensi internasional IMT Oradea. Saya juga berpartisipasi dalam konferensi internasional di luar Romania, antara lain di Jerman dan Yunani. Bagi saya pengalaman-pengalaman ini sangat berharga karena saya jadi dapat berpikiran terbuka terhadap ide-ide baru, mempertajam pengetahuan yang saya miliki lewat masukan-masukan dari para ahli, mengunjungi tempat-tempat baru, dan memperluas jaringan.

Secara keseluruhan, pengalaman belajar S3 di Romania menjadi pengalaman berharga dan tidak terlupakan untuk saya. Saya merasa bangga menjadi mahasiswa Ph.D internasional pertama Fakultas Industrial Engineering dan dari program beasiswa Erasmus Mundus. Semoga berikutnya lebih banyak anak-anak Indonesia yang mendapat kesempatan untuk memperdalam studi lewat program ini.

 

Dr.-Eng. Endrowednes Kuantama